Berkomentar di blog lain tak pelak menjadi salah satu strategi andalan para blogger untuk menjaring traffic. Di artikel sebelumnya sudah saya sampaikan bagaimana aturan umum berkomentar di blog lain. Sekarang saya akan jelaskan mengenai etika berkomentar.
Ada prinsip dasar etika berkomentar yang sebaiknya perlu anda ingat. Yaitu jangan pernah menggunakan teknik spam komentar otomatis. Misalnya dengan menggunakan software tertentu yang bisa langsung mengirim komentar ke banyak blog. Mungkin awalnya anda akan langsung mendapat limpahan traffic. Tapi cara ini juga cepat merusak brand blog anda. Dengan cepat anda akan segera dicap sebagai spammer komentar.
Di sini saya akan sebutkan beberapa hal yang sebaiknya anda hindari. Tapi yang perlu diketahui aturan ini sifatnya relatif. Artinya ada blogger yang memperbolehkannya, tapi ada yang melarangnya.
Apa sajakah etika berkomentar yang perlu di hindari ? Silakan anda simak saja...
1. Menggunakan link yang berlebihan. Maksudnya di dalam komentar, dimasukkan link-link. Tapi sebaiknya tak berlebihan. Karena penggunaan link-link ini bisa mengganggu diskusi yang sedang terjadi dalam komentar. Lebih parah lagi kalau link yang dimasukkan ternyata sama sekali tak berkaitan dengan isi posting.
2. Sering komentar, tapi sedikit kata. Banyak pemberi komentar yang suka memberikan banyak komentar tapi dengan sedikit kata. Harapannya dengan memberikan banyak komentar, bisa memperbanyak pintu traffic. Tapi perlu diingat, kalau yang anda tuliskan hanya satu atau dua kata saja, saya jamin harapan anda itu tak bakal jadi kenyataan. Lebih baik memberi sedikit komentar dengan banyak kata. Artinya, anda tak hanya menulis misalnya “pertamax” atau “kunjungi link ini”. Lebih baik anda menuliskan komentar yang cukup panjang. Minimal satu paragraf. Dan upayakan berkaitan dengan isi posting yang anda komentari.
3. Langsung berkomentar tanpa membaca postingan. Karena ingin cepat memberi komentar, kadang ada yang langsung memberi komentar tanpa membaca terlebih dulu seluruh isi postingan. Berkomentar dengan terburu-buru seperti ini bisa membuat anda salah berkomentar. Misalkan saja komentar anda tak sesuai,berlawanan, atau terlihat lucu dibandingkan isi posting. Anda akan terlihat “bodoh” di mata pengunjung lainnya. Ketika kita sudah salah berkomentar, tak mudah untuk menghapusnya. Anda harus meminta pemilik blog untuk menghapusnya. Dan ini memakan waktu lebih lama dibandingkan anda harus membaca teliti keseluruhan isi posting terlebih dulu.
4. Menyalahkan dan menyerang personal. Mungkin ketika membaca sebuah posting, anda tak setuju dengan isinya. Tentu saja anda boleh menyampaikan pendapat anda. Tapi ingat sampaikan secara elegan. Tidak dengan membabi-buta atau bahkan menyalahkan personal. Ingat, yang anda bicarakan adalah isinya, bukan orangnya. Kalau anda menyerang orang, citra anda akan negatif. Anda dipandang sebagai blogger yang suka menyalahkan orang lain. Atau dengan kata lain anda menganggap paling benar sendiri. Sifat seperti ini paling dibenci oleh para blogger.Akibatnya anda akan dijauhi dan seumur hidup anda akan dicap sebagai blogger yang suka mengobarkan permusuhan. Kalaupun anda tak setuju terhadap isi sebuah posting, anda bisa sampaikan secara baik. Beri komentar secara santun dan yang sifatnya membangun akan membuat anda mendapat respek dari pengunjung lainnya.
5. Berkomentar negatif dengan memakai identitas anonim. Cara ini sama buruknya dengan poin di atas. Tak ubahnya seperti “berani melempar batu, tapi sembunyi tangan”. Pertimbangan memakai identitas anonim mungkin maksudnya agar tak ketahuan pemilik blog. Namun itu sama sekali sekali tak benar. Pemilik blog tetap dapat melihat IP-nya. Dan dengan begitu dapat melacak pengirim komentar. Sekali lagi, tak ada gunanya berkomentar negatif. Komentar negatif hanya akan merugikan diri sendiri. Kalaupun anda ingin mengkritik, sampaikan dengan cara yang santun dan elegan. Pasti pemilik blog akan jauh lebih senang. Sebab kritikan atau masukan berguna untuk meningkatkan kualitas blognya.
6. Menjadi pengkomentar pertama tapi dengan komentar tak bermutu. Tujuan orang berlomba menjadi pengkomentar pertama adalah agar ikut mendapat limpahan traffic. Sebab dengan berkomentar di depan, otomatis akan dibaca oleh pengunjung lainnya. Sehingga peluang blognya ikut dikunjungi lebih besar. Namun jangan sampai hal ini memperlemah reputasi anda karena berkomentar sembarangan. Baiknya, meski anda berupaya menjadi pengkomentar pertama, tapi mutu komentar tetap terjaga.
7. Mencantumkan identitas berdasarkan keyword. Teknik ini biasanya dilakukan dengan pertimbangan SEO. Jadi identitas pengkomentarnya dinamai kata kunci (keyword) yang banyak dicari. Secara SEO, langkah ini tepat. Tapi untuk membangun brand blog sangat buruk. Mengapa? Karena orang tak mengenal langsung siapa pemiliknya. Orang misalnya hanya tahu nama “Kaya dari Adsense” tapi tak tahu siapa nama sebenarnya. Selain itu dalam blogging orang tentu lebih nyaman misalnya menyebut Pak Sumartono atau Mas Abbie dari pada Mr “Kaya dari Adsense”. Karena itu saya sarankan lebih baik mencantumkan identitas asli anda. Bukan keyword!
8. Komentarnya tak memberi nilai tambah. Maksudnya, komentarnya tak memberikan nilai tambah terhadap isi posting. Padahal kalau mau kita sadari, salah satu cara membentuk brand blog adalah lewat komentar. Dengan memberikan komentar yang berkualitas, yang bisa memberikan nilai tambah terhadap isi posting, akan membantu membangun kredibilitas anda. Misalnya dalam sebuah posting terdapat lima hal yang dicantumkan. Anda bisa menambahkan poin-poin lainnya pada komentar anda. Dengan begitu, dijamin kredibilitas anda akan terangkat.
Baiklah. Itulah delapan etika berkomentar di blog. Tapi sekali lagi saya tekankan kalau etika itu sifatnya tak mengikat. Artinya ada yang mengikuti, tapi ada yang tak memperdulikannya. Semuanya kembali pada diri anda sendiri. Tapi kalau memang anda ingin menjadi blogger sukses spektakuler, baiknya anda ikuti saja etika tersebut. Sebab, akan membentuk kredibilitas anda secara baik.
Etika Berkomentar di Blog Lain


afrikaans
albanian
arabic
belarusian
bulgarian
catalan
chinese
chinese simplified
chinese traditional
croatian
czech
danish
dutch
english
estonian
finnish
french
galician
german
greek
hebrew
hindi
hungarian
icelandic
indonesian
irish
italian
japanese
korean
latvian
lithuanian
macedonian
malay
maltese
norwegian
persian
polish
portuguese
romanian
russian
serbian
slovak
slovenian
spanish
swahili
swedish
tagalog
thai
turkish
ukrainian
vietnamese
welsh
yiddish 









