You are here Marketing and Advertising Strategi Memilih Nama Dalam Internet Marketing

Strategi Memilih Nama Dalam Internet Marketing

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Apalah arti sebuah nama. Tetapi, di Internet nama menjadi penting. Awal tahun 2000, pernah muncul berita di www.detik.com tentang nama domain gusdur.com yang dijual dengan harga 10 ribu dolar AS. Nama domain itu dijajakan di situs Kafe Domain (www.kafedomain.com). Sayang situsnya sudah tidak aktif lagi). Selain gusdur.com, kurang lebih ada seribu nama domain lain yang tergolong nama domain bagus dijual di Kafe Domain.

Selain nama Gus Dur, banyak nama-nama orang terkenal lainnya yang sudah dimiliki oleh Kafe Domain. Beberapa nama orang terkenal yang dijadikan nama domain antara lain habibie.com, amienrais.com, biyan.com, djody.com, syahrir.com, tanudjaja.com, prajudi.com, sampai megawati.com. Hampir semua nama domain dengan awalan "indo" (menunjukkan atau kependekan dari Indonesia) dijajakan di situs itu, contohnya indometro.com, indofauna.com, indoniaga.com, indocake.com, indomode.com. Banyak sekali kata-kata umum dalam kamus dijadikan nama domain dengan ditambahkan "indo" di depannya.

KATA GENERIK DIMINATI
Banyak juga kata-kata generik dalam bahasa Indonesia yang dijadikan nama domain, seperti indo.com, pribumi.com, restu.com, sensasi.com, eksportir.com, bulat.com, djelita.com, kesejahteraan.com, mantap.com, primadona.com, rindang.com, rimbun.com, dan lainnya. Selain nama buatan seperti di atas, ditawarkan juga nama nama domain yang mengambil nama perusahaan. Contohnya, antv.com, akasoem.com,

bintarojaya.com, esteler77.com, indomaret.com, inixindo.com, jasnita.com, saripanpacific.com, dutaanggada.com, dexamedica.com, gajahduduk.com, dan lain-lain. Demam mengambil kata generik menjadi nama domain bukan hanya gejala di Indonesia waktu itu tetapi juga di negara lain. Sudah tidak ada lagi kata generik dalam bahasa Inggris yang tidak dijadikan nama domain, seperti misalnya flowers.com, buy.com dan lainnya.

Jika nama generik sudah tidak tersedia maka masih dimungkinkan menggunakan nama domain .net atau mungkin juga nama domain dibentuk dengan menambahkan huruf "e" di muka nama generik, misalnya eHouse.com. Memang persepsi dunia dotcom mengenai nama domain yang baik waktu itu adalah nama-nama generik atau nama generik yang ditambahkan "e" di depannya atau "online" dibelakangnya. Semua nama dasar dan umum sudah diambil. Kemudian nama-nama itu coba dijajakan di situs lelang atau di pasar offline.

CYBERSQUATTING
Jual beli nama domain ini memang telah menjadi bisnis tersendiri. Di Amerika Serikat tindakan cybersquatting (tindakan mendaftarkan nama trademark orang lain sebagai nama domain untuk tujuan dijual kembali) menjadi praktik bisnis yang membawa masalah. Hanya dengan modal US$ 70 (biaya sewa nama dua tahun) atau US$ 35 (setahun), bisa menghasilkan keuntungan berlipat-lipat. Nama domain business.com, milik orang Texas, terjual US$ 7,5 juta. Nama domain itu dibelinya hanya 150.000 ribu dolar.

Di Indonesia, nama domain kontan.com sempat ditawarkan kepada pengelola tabloid ekonomi mingguan Kontan beberapa ratus dolar AS oleh seseorang yang sudah lebih dulu mendaftarkan nama itu. Tetapi pengelola Tabloid Kontan tidak bersedia membelinya. Pengelola Tabloid Kontan kemudian menggunakan nama domain lain yaitu kontanonline.com. Pemilik nama domain kontan.com gigit jari. Tapi orang itu tidak berhenti sampai di situ saja. Sempat beberapa bulan, pemilik nama domain kontan.com menggunakan nama itu untuk mempublikasikan isi Tabloid Kontan yang diambilnya dari www.kontan-online.com. Jadi jika Anda mengakses alamat www.kontan.com, maka Anda akan mendapatkan isi Tabloid Kontan bayangan yang sama persis jika Anda mengakses kontan-online.com. Akhirnya rupanya pemilik kontan.com tidak tahan kemudian menghentikan usahanya itu dan gigit jari (lagi).

Tindakan perlawanan pemilik kontan.com masih sedikit "sopan" jika dibandingkan beberapa cybersquatter di Amerika Serikat. Gateway Computer Corporation harus mengeluarkan uang 100 ribu dolar untuk seseorang yang "memiliki" nama domain www.gateway2000.com yang diisi dengan gambar-gambar pornografi. Kasus yang mirip juga terjadi jika Anda mengakses whitehouse.com, karena alamat situs tersebut bukan alamat resmi situs Gedung Putih.

Banyak cybersquatter di Amerika Serikat mendorong pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peraturan undang-undang yang melindungi nama domain pada tahun 1999. Dengan adanya peraturan itu, seseorang harus punya akta perusahaan untuk mendaftarkan nama domain perusahaannya tersebut. Di Indonesia, APJII / IDNIC, organisasi yang lebih dahulu bertanggung jawab mengurus nama domain .id dan pada tahun 2006 menyerahkan pengurusannya kepada Departemen Komunikasi dan Informasi memiliki peraturan tersendiri. Siapa pun yang ingin mendaftar nama domain .co.id harus menunjukkan keabsahan kepemilikan nama. Artinya, McDonald.co.id hanya bisa didaftarkan oleh perusahaan pemegang lisensi waralaba McDonald di Indonesia. Nama domain cocacola.co.id hanya boleh didaftarkan oleh agen perusahaan Coca Cola di Indonesia.

NAMA DOMAIN BAGUS
Jika melihat semua kata kata yang digunakan untuk nama domain, semuanya sangat bagus lalu apakah masih tersisa nama domain bagus? Dulu persepsi nama domain yang bagus adalah nama-nama yang berasal dari kata generik, seperti drugs.com yang sempat dilelang dengan harga ratusan juta dolar AS atau flowers.com dan nama generik lainnya. Semua kata fundamental dan umum seperti itu sudah ada pemiliknya. Tetapi jika ditelusuri sekarang ini situs-situs atau perusahaan Internet yang berhasil, mereka ternyata tidak menggunakan namadomain generik atau umum seperti drugs.com, tetapi namanama yang tidak lazim dan tidak asosiatif. Misalnya, portal paling besar di dunia, www.yahoo.com atau toko buku paling besar di dunia tidak menggunakan nama bookstore.com tetapi www.amazon.com. Contoh namadomain "bagus" Indonesia adalah astaga.com yang mudah diingat pengguna Internet.

Semakin "bodoh" atau aneh, seperti Yahoo atau eBay, semakin mudah diingat oleh pengguna Internet. Semakin aneh nama domain semakin mudah diingat. Nama seperti software.com akan cepat hilang dari kepala para pengguna Internet. Keberhasilan satu nama domain juga ditentukan dari strategi bagaimana mem-brand nama itu.